Evidence-based medicine (EBM) dapat didefinisikan sebagai kerangka untuk menerapkan bukti mutakhir yang sahih dalam tata laksana pasien. Penerapan EBM dalam praktik merupakan interaksi dari tiga komponen, yaitu : (1) kompetensi dokter sebagai pemberi jasa pelayanan kesehatan, (2) bukti – bukti yang sahih dari penelitian, serta (3) nilai – nilai dan pilihan pasien (termasuk didalmnya keterse…
Asuhan klinis merupakan hal yang sangat tergantung serta kondisi perorangan dari pasien. Adanya asuhan klinis secara otomatis sebagai bagian dari praktek medis akan akan ada resiko yang mengiringi, baik dapat diperkirakan atau tidak, Adanya upaya yang lebih mendalam ke arah pencegahan resikoterjadi, bukan menangani merupakan upaya yang diperlukan, hal ini akan lebih efisien dan lebih antisipatif.